KoderMedis
FiturCari KodeiDRG ExplorerArtikelHarga
MasukMulai Gratis
FiturCari KodeiDRG ExplorerArtikelHarga
MasukMulai Daftar Gratis
  1. Beranda
  2. Artikel
Klaim & Dispute

Berita Acara Kesepakatan Klaim INA-CBG: Isi, Daftar Tahun, dan Cara Memakainya

Apa itu Berita Acara Kesepakatan Bersama Kemenkes dan BPJS tentang klaim INA-CBG, apa isi tiap tahunnya, dan bagaimana memakainya saat Dispute?

Tim Redaksi KoderMedis
16 Oktober 2026
6 mnt baca

Ringkasan singkat

Berita Acara Kesepakatan Bersama Panduan Penatalaksanaan Solusi Permasalahan Klaim INA-CBG adalah kesepakatan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan tentang kasus-kasus yang menimbulkan Dispute dan pending claim; lampirannya menjadi referensi bersama BPJS Kesehatan dan rumah sakit dalam proses verifikasi klaim INA-CBG.

Empat Berita Acara dirujuk di sini: Tahun 2018, Tahun 2019 (ditetapkan 14 Juli 2020), Tahun 2023 beserta Edisi 2, dan Tahun 2024. Berita Acara 2023 dan 2024 menyebut dirinya tambahan dari Berita Acara Tahun 2019, bukan penggantinya.

Kasusnya dikelompokkan dalam aspek koding, medis, dan administrasi; tiap kasus memuat masalah yang ditemui dan kesepakatan penyelesaiannya, kadang beserta dokumen yang harus dilampirkan pada klaim.

Saat menyusun Dispute, rujuk Berita Acara dengan nomornya — dua nomor di bawah judulnya, dari Kementerian Kesehatan dan dari BPJS Kesehatan, yang berbeda dari nomor surat pengantarnya — beserta aspek dan nomor kasusnya.

Berita Acara adalah kesepakatan, bukan peraturan menteri: pedoman INA-CBG tetap PMK No. 26 Tahun 2021, dan selama uji coba iDRG klaim tetap dibayar dengan tarif INA-CBG (SE HK.02.02/MENKES/936/2025).

Dalam Dispute, kalimat "sesuai Berita Acara" baru berguna bila jelas Berita Acara yang mana dan kasus nomor berapa. Artikel ini membaca empat Berita Acara Kesepakatan Bersama dari sudut koder: apa isinya, bagaimana hubungan antartahunnya, seperti apa satu kasusnya, dan bagaimana merujuknya dengan benar. Setiap pernyataan menyebut dokumennya.

Kedudukan Berita Acara, dan dari mana isi artikel ini

Berita Acara Kesepakatan Bersama ditandatangani pejabat Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan dan disampaikan dengan surat pengantar Kementerian Kesehatan. Ia bukan peraturan menteri: pedoman INA-CBG yang berlaku adalah PMK No. 26 Tahun 2021. Isi artikel ini diambil dari naskah keempat Berita Acara dan surat pengantarnya. Nomor Berita Acara tidak dicetak di halaman ini; ambil nomornya dari dokumen aslinya — letaknya dijelaskan di bagian cara merujuk.

Apa itu Berita Acara kesepakatan klaim INA-CBG?

Berita Acara ini adalah kesepakatan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan tentang cara menyelesaikan kasus klaim yang berulang kali diperselisihkan. Surat pengantarnya menyebut masalah-masalah dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan yang mengakibatkan Dispute klaim antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan; untuk itu diadakan pertemuan antara Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan — pada Berita Acara Tahun 2018, Tahun 2019, dan Tahun 2023 — Perhimpunan Profesi Kedokteran.

Naskah Berita Acara Tahun 2018 dan Tahun 2019 menyatakan bahwa kedua pihak telah menyepakati diagnosis dan tindakan prioritas yang terdiri atas aspek koding, medis, dan administrasi, dan bahwa hasil kesepakatan dalam lampirannya menjadi referensi bersama bagi BPJS Kesehatan dan rumah sakit dalam melaksanakan proses verifikasi klaim INA-CBG. Berita Acara Tahun 2024 menyebutnya lebih luas: kesepakatannya menjadi acuan bersama dalam penyelesaian kasus-kasus yang dinyatakan sebagai klaim Dispute dan pending, serta dalam proses verifikasi klaim INA-CBG.

Berita Acara mana saja yang ada, dan apa bedanya?

Empat Berita Acara dirujuk di sini. Satu yang perlu dicermati adalah Berita Acara yang ditetapkan 14 Juli 2020: judulnya berbunyi "Tahun 2019", dan Berita Acara 2023 serta 2024 pun merujuknya sebagai Berita Acara Tahun 2019. Tanggal di tabel adalah tanggal surat pengantarnya, karena Berita Acara Tahun 2024 sendiri tidak mencantumkan tanggal penetapan.

Empat Berita Acara Kesepakatan Bersama Panduan Penatalaksanaan Solusi Permasalahan Klaim INA-CBG
JudulTanggal surat pengantarIsi menurut naskahnyaHubungan dengan Berita Acara lain
Tahun 201829 November 2018Aspek koding, medis, dan administrasiTidak menyebut Berita Acara lain
Tahun 201914 Juli 2020, sama dengan tanggal penetapan Berita Acaranya290 kasus: 210 aspek koding, 69 aspek medis, dan 11 aspek administrasiDitambah oleh Berita Acara Tahun 2023 dan Tahun 2024
Tahun 20237 Juni 202334 kasus aspek kodingTambahan dari Berita Acara Tahun 2019
Tahun 2023 Edisi 221 Agustus 202313 kasus aspek koding, termasuk satu kasus pengodean klaim COVID-19Tambahan dari Berita Acara Tahun 2019 dan Tahun 2023
Tahun 202430 Oktober 2024; Berita Acaranya tidak mencantumkan tanggal penetapan7 kasus: 4 aspek administrasi dan 3 aspek medis, ditambah matriks ketentuan penjaminan dan penagihan klaim IGDTambahan dari Berita Acara Tahun 2019 dan Tahun 2023
Empat Berita Acara Kesepakatan Bersama Panduan Penatalaksanaan Solusi Permasalahan Klaim INA-CBG

Apa isi satu kasus di Berita Acara?

Setiap kasus memuat masalah yang ditemui dan kesepakatan penyelesaiannya, dikelompokkan menurut aspek. Lampiran Berita Acara Tahun 2024, misalnya, berkolom kasus, perihal, perhatian khusus, dan keterangan; kolom perhatian khusus memuat dokumen yang harus dilampirkan pada klaim. Tiga contoh di bawah ini diambil dari aspek yang berbeda.

Aspek koding: batu saluran kemih dengan infeksi saluran kemih (Berita Acara Tahun 2023, kasus 3)

Masalahnya: infeksi saluran kemih (N39.0) ditagihkan terpisah, padahal sudah tercakup dalam kondisi batu saluran kemih (N20-N23). Kesepakatannya: kondisi batu saluran kemih yang disertai infeksi saluran kemih menggunakan kode gabungan di N20-N23, sesuai kriteria eksklusi di subbab N30-N39.

Aspek administrasi: konsul internal dan rujukan internal rawat jalan (Berita Acara Tahun 2024, kasus 2)

Konsul internal adalah pasien yang dikonsulkan ke dokter lain di satu rumah sakit dan dikembalikan ke dokter perujuk; klaimnya menjadi satu episode walaupun dikerjakan di lain hari. Rujukan internal adalah pasien yang dirujuk ke dokter lain dan tidak dikembalikan ke dokter perujuk; bila dikerjakan beda hari, diklaimkan dua episode. Perhatian khususnya: dokumen rujukan internal, atau dokumen maupun fitur sistem informasi jawaban konsul internal, manual atau elektronik.

Aspek medis: soft tissue tumor (Berita Acara Tahun 2024, kasus 1)

Soft tissue tumor menjadi kondisi khusus rawat inap bila memenuhi salah satu dari tiga hal: tumor di bawah fascia atau tumor yang menginfiltrasi (deep tumor), ukuran salah satu dimensi tumor lebih dari 4 cm yang meluas ke struktur vital, atau soft tissue tumor dengan keganasan. Yang termasuk struktur vital antara lain pembuluh darah utama, saraf utama atau sistem saraf, saluran pernapasan, dan sistem tulang. Di luar kriteria itu, kasusnya diklaimkan sebagai rawat jalan. Kelengkapan dokumen klaimnya: hasil patologi anatomi dan laporan operasi eksisi tumor.

Bagaimana memakai Berita Acara saat Dispute?

Pakai sebagai rujukan yang bisa ditemukan dan diperiksa Verifikator, bukan sebagai slogan. Langkahnya:

  1. Pastikan kasus Anda memang diatur: cocokkan aspek, diagnosis, dan tindakannya dengan kasus di lampiran — bukan sekadar mirip.
  2. Periksa keempat Berita Acara. Yang lebih baru menyebut dirinya tambahan dari Berita Acara Tahun 2019, bukan penggantinya, jadi kasus lama tetap dibaca bersama kasus baru.
  3. Sebut Berita Acaranya dengan nomornya, beserta aspek dan nomor kasusnya. Nomor Berita Acara ada dua — satu dari Kementerian Kesehatan dan satu dari BPJS Kesehatan — tercantum di bawah judulnya, dan berbeda dari nomor surat pengantar yang menyertainya.
  4. Lampirkan dokumen yang diminta kolom perhatian khusus, misalnya hasil patologi anatomi dan laporan operasi eksisi tumor pada soft tissue tumor.
  5. Bila kasusnya tidak diatur Berita Acara mana pun, bersandarlah pada PMK No. 26 Tahun 2021 serta ICD-10 dan ICD-9-CM versi tahun 2010; apa yang diperiksa Verifikator dibahas di verifikasi klaim BPJS.

Penyebab berkas kembali yang paling sering dibahas di 12 penyebab klaim pending.

Apakah Berita Acara sama dengan peraturan?

Tidak. Berita Acara adalah kesepakatan yang ditandatangani dua pihak, Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan, sedangkan pedoman INA-CBG yang berlaku adalah PMK No. 26 Tahun 2021. PMK itu menyebut kesepakatan bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan untuk satu hal: bila terdapat lebih dari satu diagnosis, dipilih yang menggunakan sumber daya paling banyak, kecuali dalam kondisi tertentu yang beserta penyelesaiannya akan disepakati bersama antara Kementerian Kesehatan dengan BPJS Kesehatan (Lampiran Bab III). Pembagian tugas dokter, koder, dan Verifikator menurut PMK itu dibahas di casemix adalah.

Apakah Berita Acara berlaku untuk iDRG?

Dokumen yang kami rujuk belum menjawabnya secara langsung. Materi pelatihan Perhatian Khusus dalam Pengodean iDRG dari Pusat Pembiayaan Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat bahwa standar pengodean JKN saat ini bersandar pada PMK No. 26 Tahun 2021 dan Berita Acara Kesepakatan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan tahun 2018 sampai 2024, sedangkan ke depan Indonesian Coding Standard (ICS) diharapkan menjadi rujukan bersama koder dan Verifikator tanpa rujukan lain di luar ICS. Selama uji coba nasional iDRG, besaran klaim tetap mengacu pada tarif INA-CBG sesuai PMK No. 3 Tahun 2023 (SE HK.02.02/MENKES/936/2025 butir 3). Struktur iDRG dibahas di panduan lengkap iDRG.

Ringkasan untuk koder

  • Berita Acara Kesepakatan Bersama adalah kesepakatan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan atas kasus klaim yang diperselisihkan; lampirannya menjadi referensi bersama dalam verifikasi klaim INA-CBG.
  • Empat Berita Acara: Tahun 2018, Tahun 2019 (ditetapkan 14 Juli 2020), Tahun 2023 beserta Edisi 2, dan Tahun 2024.
  • Berita Acara 2023 dan 2024 adalah tambahan dari Berita Acara Tahun 2019, bukan penggantinya.
  • Kasusnya dikelompokkan dalam aspek koding, medis, dan administrasi, kadang dengan dokumen yang harus dilampirkan.
  • Dalam Dispute, sebut nomor Berita Acaranya — bukan nomor surat pengantarnya — beserta aspek dan nomor kasus.
  • Berita Acara bukan peraturan menteri; pedoman INA-CBG tetap PMK No. 26 Tahun 2021.

Oleh: Tim Redaksi KoderMedis — Redaksi konten koding klaim JKN

Disusun dari naskah empat Berita Acara Kesepakatan Bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan beserta surat pengantarnya, PMK No. 26 Tahun 2021, dan SE Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/936/2025

Belum ditinjau koder bersertifikat independen

Artikel ini disusun tim redaksi dari dokumen publik. Untuk kasus yang Anda tangani, verifikasi selalu ke regulasi yang berlaku pada tanggal kasus tersebut. Pemeriksaan redaksi terakhir: 16 Oktober 2026.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu Berita Acara Kesepakatan Bersama klaim INA-CBG?
Berita Acara Kesepakatan Bersama Panduan Penatalaksanaan Solusi Permasalahan Klaim INA-CBG adalah kesepakatan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan tentang kasus-kasus yang menimbulkan Dispute dan pending claim. Kasusnya dikelompokkan dalam aspek koding, medis, dan administrasi, dan lampirannya menjadi referensi bersama BPJS Kesehatan dan rumah sakit dalam proses verifikasi klaim INA-CBG.
Ada berapa Berita Acara kesepakatan klaim INA-CBG?
Empat dirujuk artikel ini: Tahun 2018, Tahun 2019 yang ditetapkan 14 Juli 2020, Tahun 2023 beserta Edisi 2 (surat pengantar 7 Juni dan 21 Agustus 2023), dan Tahun 2024 (surat pengantar 30 Oktober 2024). Berita Acara 2023 dan 2024 adalah tambahan dari Berita Acara Tahun 2019, bukan penggantinya.
Mengapa Berita Acara Tahun 2019 ditetapkan tahun 2020?
Judulnya berbunyi Panduan Penatalaksanaan Solusi Permasalahan Klaim INA-CBG Tahun 2019, tetapi Berita Acara itu ditetapkan dan disampaikan 14 Juli 2020. Karena itu satu dokumen bisa disebut dengan dua tahun; nomor Berita Acaranya yang memastikan dokumen mana yang Anda maksud.
Bagaimana cara menyebut Berita Acara dalam surat Dispute?
Sebut nomor Berita Acaranya — dua nomor di bawah judulnya, dari Kementerian Kesehatan dan dari BPJS Kesehatan — beserta aspek dan nomor kasusnya, lalu lampirkan dokumen yang diminta kolom perhatian khusus. Jangan memakai nomor surat pengantarnya: nomor itu berbeda dari nomor Berita Acara.
Apakah Berita Acara masih dipakai setelah iDRG?
Dokumen yang kami rujuk belum menjawabnya secara langsung. Materi pelatihan Perhatian Khusus dalam Pengodean iDRG mencatat bahwa standar pengodean JKN saat ini bersandar pada PMK No. 26 Tahun 2021 dan Berita Acara tahun 2018 sampai 2024, dan ke depan ICS diharapkan menjadi rujukan bersama koder dan Verifikator. Selama uji coba iDRG, klaim tetap dibayar dengan tarif INA-CBG.

Review regulasi

Konten ini diverifikasi terhadap:

  • Berita Acara Kesepakatan Bersama Panduan Penatalaksanaan Solusi Permasalahan Klaim INA-CBG Tahun 2018, Tahun 2019, Tahun 2023 (beserta Edisi 2), dan Tahun 2024 — Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan, beserta surat pengantarnya
  • PMK No. 26 Tahun 2021 tentang Pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBG) dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan — Lampiran Bab III
  • SE Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/936/2025 tentang Uji Coba Nasional Penerapan Indonesian Diagnosis Related Group (iDRG) pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Lanjut yang Bekerja Sama dengan BPJS Kesehatan — butir 3
  • Perhatian Khusus dalam Pengodean iDRG, Pusat Pembiayaan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI — materi pelatihan, diparafrasekan

Disclaimer: konten ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan keputusan koder maupun Verifikator. Rujuk selalu regulasi terbaru dari Kemenkes RI dan BPJS Kesehatan. KoderMedis adalah alat bantu penelusuran administratif Non-SaMD, tanpa koneksi ke E-Klaim maupun sistem BPJS Kesehatan.

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2026

Lihat Perbandingan Tier

Mencari preseden dari keempat Berita Acara menurut kode dan menyusun draf surat bantahan ada di paket Pro dan Praktisi; nomor dan nama Berita Acara di draf diambil dari daftar yang sama, sehingga tidak tertukar dengan nomor surat pengantar. Anda yang menilai apakah kasusnya cocok dan Anda yang mengajukan Dispute — KoderMedis tidak terhubung ke E-Klaim maupun VClaim.

Lanjutkan membaca

  • Klaim & DisputeVerifikasi Klaim BPJS: Apa yang Diperiksa VerifikatorApa yang diperiksa Verifikator BPJS saat verifikasi klaim JKN, dari mana bahannya, dan apa yang bisa koder siapkan? Dijawab dari PMK 26/2021 dan PMK 24/2022.Baca artikel
  • Klaim & Dispute12 Penyebab Klaim Pending Paling Sering — dan Cara MencegahnyaPending claim bukan klaim tolak. Kenali 12 penyebab tersering, tanda khasnya di E-Klaim, dan langkah pencegahan sebelum berkas dikunci.Baca artikel
  • Klaim & DisputeCasemix Adalah: Tugas Dokter, Koder, dan Verifikator dalam Klaim JKNApa itu casemix, mengapa kode diagnosis menentukan klaim JKN, dan apa tugas dokter, koder, dan Verifikator BPJS Kesehatan menurut PMK 26/2021?Baca artikel
  • Memahami iDRGiDRG Adalah: Panduan Lengkap untuk Koder MedisApa itu iDRG, apa bedanya dengan INA-CBG, dan apa yang berubah untuk koder? Panduan struktur kode, MDC, dan Complexity Level digit ke-7.Baca artikel
KoderMedis

KoderMedis adalah aplikasi independen dan tidak terafiliasi dengan BPJS Kesehatan maupun Kementerian Kesehatan RI. Seluruh rekomendasi bersifat administratif dan bukan saran medis (Non-SaMD).

Produk

  • Fitur Utama
  • iDRG
  • Cari Kode
  • iDRG Explorer
  • Harga
  • Artikel

Legal & Bantuan

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • FAQ
  • Kontak: halo@kodermedis.id

Master kode ICD-10-IM dan ICD-9-CM-IM berdasarkan Code System iDRG yang dirilis Kementerian Kesehatan RI melalui kanal resmi. Kamus padanan istilah, kamus singkatan, dan rekomendasi konteks adalah hasil augmentasi tim KoderMedis.

Kode dan judul ICD-10: International Classification of Diseases Tenth Revision (ICD-10), Sixth Edition, 2019. Geneva: World Health Organization; 2019. License: CC BY-ND 3.0 IGO. KoderMedis tidak berafiliasi dengan WHO dan tidak didukung oleh WHO.

© 2025–2026 KoderMedis oleh PT Vitalog Digital Nusantara.