Kode ICD-10 Hipertensi (HT): I10–I15
Ringkasan singkat
Kode ICD-10 untuk hipertensi esensial atau primer — yang penyebabnya tidak diketahui — adalah I10, yang bisa diklaim di Code Systems iDRG maupun INA-CBG.
I11 (penyakit jantung karena hipertensi) dan I12 (penyakit ginjal karena hipertensi) hanya dipakai bila dokter secara tegas mendiagnosisnya; subkodenya bergantung pada ada tidaknya gagal jantung atau gagal ginjal, dan penyakit jantung serta ginjal karena hipertensi memakai I13.
Hipertensi sekunder memakai I15, yang tidak dijadikan kode utama bila penyebabnya sudah tercatat, kecuali perawatan terutama ditujukan pada hipertensinya.
Hipertensi pada kehamilan memakai kategori O10–O16.
I16.0, I16.1, dan I16.9 tidak ada di Code Systems iDRG maupun INA-CBG.
Juga dicari sebagai: ht (I10), htn (I10). Dari kamus padanan istilah KoderMedis — disusun tim, bukan dokumen resmi.
Kapan memakai I10, dan kapan I11, I12, atau I13?
I10 untuk hipertensi esensial; I11, I12, dan I13 hanya bila dokter mendiagnosis penyakit jantung atau ginjal yang disebabkan hipertensi. Ketiga kategori itu hanya induk.
| Kode dan judul resmi | iDRG | INA-CBG |
|---|---|---|
I10Essential (primary) hypertensionHipertensi esensial (primer) (istilah KoderMedis) | Ya | Ya |
I11Hypertensive heart disease | Kategori | Kategori |
I11.0Hypertensive heart disease with (congestive) heart failurePenyakit jantung hipertensif dengan gagal jantung (istilah KoderMedis) | Ya | Ya |
I11.9Hypertensive heart disease without (congestive) heart failurePenyakit jantung hipertensif tanpa gagal jantung (istilah KoderMedis) | Ya | Ya |
I12Hypertensive renal disease | Kategori | Kategori |
I12.0Hypertensive renal disease with renal failurePenyakit ginjal hipertensif dengan gagal ginjal (istilah KoderMedis) | Ya | Ya |
I12.9Hypertensive renal disease without renal failure | Ya | Ya |
I13Hypertensive heart and renal disease | Kategori | Kategori |
I13.0Hypertens heart and renal dis with (congestive) heart failure | Ya | Ya |
I13.1Hypertensive heart and renal disease with renal failure | Ya | Ya |
I13.2Hyper heart and renal disease both (congestive) heart failure and renal failure | Ya | Ya |
I13.9Hypertensive heart and renal disease, unspecified | Ya | Ya |
Kaidah ICS (ringkasan KoderMedis):
Hipertensi esensial atau primer, yang penyebabnya tidak diketahui, dikode
I10.ICS v1 · 3.5.2.1 Primary Hypertension · bagian dimulai hlm. 123
I12hanya menampung penyakit ginjal yang disebabkan hipertensi — kondisiN00–N07,N18,N19, atauN26— dan rekam medis harus memperlihatkan hubungan sebab-akibat itu dengan jelas; tanpa bukti itu, kedua kondisi dikode terpisah.ICS v1 · 3.5.2.1 Primary Hypertension · bagian dimulai hlm. 123
Hipertensi dengan gagal ginjal akut tidak digabung menjadi
I12, melainkan dikode masing-masing:I10danN17.9.ICS v1 · 3.5.2.1 Primary Hypertension · bagian dimulai hlm. 123
I11danI12hanya dipakai bila dokter secara tegas mendiagnosis penyakit jantung atau penyakit ginjal yang disebabkan hipertensi: dengan gagal jantungI11.0, tanpa gagal jantungI11.9; dengan gagal ginjalI12.0, tanpa gagal ginjalI12.9.ICS v1 · 3.5.3 Hypertensive Heart and Renal Disease(I11-I13) · bagian dimulai hlm. 125
Hipertensi dengan gagal ginjal dan gagal jantung yang disertai edema paru dikode dengan kode kombinasi
I13.2, tanpa kode edema paru tersendiri; tanpa gagal jantung, dikode terpisahI12.0danJ81.ICS v1 · 3.5.3 Hypertensive Heart and Renal Disease(I11-I13) · bagian dimulai hlm. 125
Contoh ICS di atas memakai N17.9. Statusnya di katalog: N17.9 di Code Systems iDRG hanya kategori — turunannya yang bisa diklaim kode IM: N17.91, N17.92, N17.93, dan 2 lainnya; di Code Systems INA-CBG bisa diklaim.
Bagaimana mengode hipertensi dengan penyakit ginjal kronis (CKD)?
Tahap CKD dikode dengan N18 bersama I12 — atau I13 bila jantungnya juga terkena hipertensi — selama CKD-nya disebabkan hipertensi.
Kaidah ICS (ringkasan KoderMedis):
Penyakit ginjal, atau penyakit jantung dan ginjal, karena hipertensi yang disertai penyakit ginjal kronis:
N18wajib dikode untuk menunjukkan stadiumnya, bersamaI12atauI13sesuai kondisi; urutan diagnosis utama dan sekunder mengikuti kriteria umum kedua jenis diagnosis itu.ICS v1 · Perhatian Khusus dalam Penginputan iDRG MDC 15 · bagian dimulai hlm. 119
Contoh ICS: hipertensi dengan CKD stadium 1 dikode
N18.1danI12.9; stadium 2 dengan gagal ginjalN18.2danI12.0; stadium 4N18.4danI12.0. Bila gagal ginjal akut terjadi pada CKD stadium 4, kondisi akut didahulukan:N17.9sebagai diagnosis utama,N18.4danI12.0sebagai diagnosis sekunder.ICS v1 · 3.5.3 Hypertensive Heart and Renal Disease(I11-I13) · bagian dimulai hlm. 125
Tahap CKD mengikuti catatan dokter, bukan ditafsirkan sendiri dari nilai GFR; CKD yang bukan akibat hipertensi pada pasien hipertensi tidak memakai
I12, dan hipertensinya dikode terpisah.ICS v1 · Perhatian Khusus dalam Penginputan iDRG MDC 21 · bagian dimulai hlm. 229
Bagaimana mengode hipertensi sekunder (I15)?
Hipertensi sekunder dikode I15 menurut penyebabnya; bila penyebabnya sudah tercatat, penyebab itulah yang menjadi kode utama, kecuali perawatan terutama ditujukan pada hipertensinya.
| Kode dan judul resmi | iDRG | INA-CBG |
|---|---|---|
I15Secondary hypertension | Kategori | Kategori |
I15.0Renovascular hypertension | Ya | Ya |
I15.1Hypertension secondary to other renal disorders | Ya | Ya |
I15.2Hypertension secondary to endocrine disorders | Ya | Ya |
I15.8Other secondary hypertension | Ya | Ya |
I15.9Secondary hypertension, unspecified | Ya | Ya |
Kaidah ICS (ringkasan KoderMedis):
I15tidak dijadikan kode utama bila penyebab hipertensi sudah tercatat, kecuali perawatan terutama ditujukan pada hipertensinya; saat penyebabnya dikode,I15dapat menjadi kode tambahan.ICS v1 · 3.5.2.2 Secondary hypertension(I15.-) · bagian dimulai hlm. 124
Dirawat untuk hipertensi akibat stenosis arteri renalis atau hipertensi renovaskular:
I15.0diikuti kode penyebabnya, misalnyaI70.1; akibat penyakit ginjal:I15.1diikuti kode penyakit ginjalnya; akibat gangguan kelenjar endokrin:I15.2diikuti kode gangguannya, misalnyaE26.0.ICS v1 · 3.5.2.2 Secondary hypertension(I15.-) · bagian dimulai hlm. 124
Hipertensi sekunder yang penyebabnya masih dievaluasi — misalnya hipertensi usia muda, hipertensi resisten, atau curiga feokromositoma — dikode
I15.9; bila tidak ada pemeriksaan tambahan yang dilakukan, gunakanI10.ICS v1 · 3.5.2.2 Secondary hypertension(I15.-) · bagian dimulai hlm. 124
Apakah kunjungan kontrol hipertensi dikode I10?
Sebagai diagnosis sekunder: menurut contoh ICS, kunjungan kontrol hipertensi dikode Z09.8 sebagai diagnosis primer dan I10 sebagai sekunder, bila pada kontrol itu tidak dijumpai penyakit maupun kelainan dan tidak ada layanan lain dari dokter.
Kaidah ICS (ringkasan KoderMedis):
Z09dipakai untuk kontrol sesudah pengobatan kondisi selain kanker, misalnya hipertensi atau diabetes, hanya bila pada kontrol itu tidak dijumpai penyakit maupun kelainan dan tidak ada layanan lain dari dokter. Contoh ICS: kunjungan kontrol hipertensi dikodeZ09.8sebagai diagnosis primer danI10sebagai sekunder.ICS v1 · 3.20.5 Follow-Up Examination After Treatment For Malignant Neoplasms · bagian dimulai hlm. 376
Pemeriksaan kesehatan yang menemukan hipertensi dikode
I10sebagai diagnosis utama, tanpa tambahanZ00atauZ01.ICS v1 · 3.20.1 Encounter For General Medical Examination(Z00-Z01) · bagian dimulai hlm. 373
Bagaimana mengode hipertensi pada kehamilan?
Gangguan hipertensi dalam kehamilan dikode di kategori O10–O16, menurut jenis dan beratnya, bukan dengan I10.
Kaidah ICS (ringkasan KoderMedis):
Dokter hanya menulis “hipertensi kronis” tanpa merinci jenisnya:
O10.9. Hipertensi yang sudah ada sebelum hamil lalu diperberat proteinuria pada kehamilan ini:O11. Hipertensi gestasional tanpa proteinuria bermakna:O13.ICS v1 · 3.14.4 Gangguan Hipertensi (O10-O16) · bagian dimulai hlm. 268
Preeklampsia tanpa tanda pemberatan memakai
O14.0, dan preeklampsia berat (dengan tanda pemberatan)O14.1; kodenya dipilih menurut kondisi klinis dan kriteria diagnosis yang mutakhir, bukan menurut kata “ringan” atau “berat” dalam dokumentasi lama.ICS v1 · 3.14.4 Gangguan Hipertensi (O10-O16) · bagian dimulai hlm. 268
Eklampsia dikode menurut waktu kejangnya:
O15.0saat hamil,O15.1saat persalinan,O15.2masa nifas.ICS v1 · 3.14.4 Gangguan Hipertensi (O10-O16) · bagian dimulai hlm. 268
Apakah status kode hipertensi berbeda di iDRG dan INA-CBG?
Tidak. Seluruh kode di tabel halaman ini berstatus sama di Code Systems iDRG dan INA-CBG: yang di satu sistem hanya kategori juga hanya kategori di sistem lainnya, dan yang bisa diklaim di satu sistem juga bisa diklaim di sistem lainnya.
Apakah I16.0 atau I16.9 bisa dipakai untuk klaim di Indonesia?
I16.0, I16.1, dan I16.9 tidak ada di Code Systems iDRG maupun Code Systems INA-CBG. Di kedua Code System, blok hipertensi I10–I15 tidak punya kategori I16.
Halaman ini memakai Code Systems iDRG dan Code Systems INA-CBG Kementerian Kesehatan. ICD-10-CM adalah modifikasi klinis yang dipakai di Amerika Serikat dan sering muncul di hasil pencarian internet; kodenya tidak termasuk kedua sistem itu.
Artikel apa yang membahas kode hipertensi?
Topik kode apa lagi yang tersedia?
Ingin memeriksa satu berkas klaim utuh? Daftar gratis.
Dari mana isi halaman ini?
Sumber
- Code Systems iDRG (iDRG-CS), 19 Juni 2026
- Code Systems INA-CBG (INACBG-CS), 24 April 2025
- Indonesian Coding Standard (ICS) v1 — ringkasan tulisan KoderMedis, bukan bunyi aslinya
- Kamus padanan istilah KoderMedis — disusun tim, bukan dokumen resmi
Disusun tim KoderMedis dengan bantuan alat AI dari Code Systems iDRG dan INA-CBG serta ringkasan kaidah ICS; setiap kode dan statusnya dicocokkan ke Code System, dan halaman ini ditinjau tim sebelum terbit. Cara kami menyusun konten
International Classification of Diseases Tenth Revision (ICD-10), Sixth Edition, 2019. Geneva: World Health Organization; 2019. License: CC BY-ND 3.0 IGO. KoderMedis tidak berafiliasi dengan WHO dan tidak didukung oleh WHO. Istilah berbahasa Indonesia berlabel "istilah KoderMedis" ditulis tim KoderMedis, bukan terjemahan resmi WHO; judul resmi adalah judul berbahasa Inggris. Kode dan judul di kolom iDRG, termasuk kode Indonesian Modification (IM), berasal dari Code Systems iDRG; di kolom INA-CBG dari Code Systems INA-CBG — keduanya terbitan Kementerian Kesehatan.
Batas alat ini
KoderMedis adalah alat bantu administratif untuk koder, bukan perangkat medis: alat ini tidak menetapkan diagnosis dan tidak terhubung ke E-Klaim maupun VClaim. Kode final ditentukan koder dari rekam medis lengkap menurut kaidah koding yang berlaku.